Alergi Pada Bayi dan Makanan-Makanan yang Meningkatkan Kemungkinannya

1 min read

Alergi pada bayi bisa terjadi kapan saja dan tidak bisa dipetakan apakah bayi yang bersaudara bisa punya jenis alergi sama atau tidak. Namun, faktanya para bayi memang lebih rentan terkena alergi daripada orang dewasa. Selain karena belum maksimal dari sisi imunitasnya, masih banyak stimulus yang harus diadaptasi oleh tubuh kecil tersebut.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang sering ditemukan bisa menjadi penyebab alergi pada bayi meskipun tidak semua orang mengalaminya. Bagi Anda orangtua yang ingin mencoba apakah anak terkena alergi makanan tertentu atau tidak, dapat mencoba makanan ini sedikit saja ketika bayi mulai memasuki masa mpasi setelah 6 bulan.

  • Seafood

Bukan hanya orang dewasa, bayi juga banyak yang mengalami alergi karena seafood. Ada banyak jenis makanan laut yang membuat tenggorokan gatal karena kandungan mineralnya. Namun demikian, ada juga beberapa bayi yang baik-baik saja ketika makan makanan laut.

Diantara makanan laut yang kerap menjadi masalah di tenggorokan atau langit-langit mulut adalah kerang, udang, dan cumi. Ada beberapa ikan yang juga membuat gatal di bagian langit-langit atau bahkan menjadikan kulit pipi memerah yaitu tuna, salmon dan kakap.

  • Umbi-umbian

Siapa sangka, ada banyak bayi yang tidak kuat dengan getah bawaan dari umbi. Misalnya kentang yang banyak mengandung getah atau ketela rambat. Jadi, jika Anda ingin mencoba membuat makanan pendamping ASI menggunakan umbi-umbian pastikan untuk mengolahnya secara tepat sehingga bagian getah dapat diminimalisir.  

Cara menghilangkan getah pada umbi-umbian bisa menggunakan garam atau jeruk nipis. Proses pemasakan dengan cara direbus juga dapat memaksimalkan hilangnya getah secara permanen. Sebaiknya pilih kentang yang tidak terlalu tua agar masih segar serta tidak banyak mengandung getah.

  • Susu Sapi

Alergi yang satu ini hampir dikenali setiap orangtua, karena ada banyak presentase bayi yang terkena alergi terhadap susu sapi. Alergi ini dapat mengakibatkan ruam pada bagian kulit terutama wajah. Bahkan ada juga yang mengalami ruam di seluruh tubuh.

Selain ruam pada kulit, alergi susu sapi juga dapat menyebabkan muntah, hiperaktif dan masalah pencernaan. Ada banyak kasus bayi yang meminum susu formula dan akhirnya mengalami sembelit maupun diare. Jadi, risiko bayi akan kekurangan cairan bahkan mengalami malnutrisi pun semakin besar.

Hal inilah yang membuat banyak orang mulai mencari cara untuk mengawetkan ASI melalui proses memompa maupun ibu ASI. Ada juga beberapa orangtua yang memilih jenis susu soya dari bahan kedelai untuk memperkecil risiko alergi atau jika memang sudah terbukti bayi tersebut mengalaminya.

  • Buah-Buahan

Meskipun tidak semua buah menyebabkan alergi pada anak usia di bawah 5 tahun apalagi bayi, tetapi ada saja ketidakcocokan yang membuat masalah pencernaan. Ada beberapa bayi yang mengalami malnutrisi karena diare akut setelah memakan beberapa jenis buah. Misalnya buah naga, pisang dan pear. Namun, tidak dapat diambil kesimpulan bahwa ketiga buah tersebut memang rentan menyebabkan alergi.

Jadi, bagi para orangtua yang ingin bayinya terhindar dari alergi maka ketika memasak menu mpasi jangan hanya memakai menu tunggal. Tetapi perbanyaklah komponen yang ada pada makanan agar bayi pernah merasakan berbagai macam makanan.

Bukan hanya itu, analisis juga apakah alergi pada bayi yang dialami berhubungan dengan riwayat dari orangtua misalnya bawaan ayah atau ibunya. Jangan sampai bayi sering dipaparkan pada stimulan yang memang ada riwayat membuat alergi atau reaksi tubuh berupa penolakan.

Deretan Makanan Sehat yang Bagus Dikonsumsi Selama Masa Kehamilan

  Ketika mengandung, sudah seharusnya para ibu hamil selalu ingin menjaga kandungan agar tetap dalam keadaan sehat. Dan salah satu cara untuk menjaga kesehatan...
admin
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *